Rabu, 23 Juli 2014

market glory

ayo daftar disini teman!

Play Strategy Game  on MarketGlory

Minggu, 23 Desember 2012

Apa itu Batch File ??

iseng-iseng mau bikin bath file tapiga tau apa-apa :D
nah ketemu artikel ini silahkan dibaca.
saya mau cari tau lagi haha, biar lengkap belajar core java :D
nah bila ada yang minat dengan batch file sederhana silahkan komentar, nanti kita cari tau bersama

ini sekedar back-up

tweet motivasi by Andrie Wongso


Bingung juga pengen banget belajar java terus bisa kerja jadi programmer buat biayain kuliah. Klo nunggu semester 3 nunggu matkul PBO / OOP kelamaan ntar kapan gw lulus? yang bantu bayar uang kuliah semester 2 dan semester 3 siapa? kapan gw jadi programmer yang siap bekerja? Akhirnya mulai dari hal-hal kecil deh, dapet saran suruh baca ebook, dan ebooknya sudah dapat. Namun kesukaran belajar java ditambah dengan ebook yang berbahasa inggris lagi :s . Namun tetap harus dihadapi, jangan cuma bermimpi jadi orang sukses!

Dan akhirnya saya sempat menyerah saat membaca ebook core java volume 1 fundamental edisi ke 8 yang ditulis oleh CAY S. HORSTMANN dan GARY CORNELL di halaman 42 dari total 825 halaman >.< .


Kemudian saat buka twitter nemu tweet dari Bpk Andrie Wongso ini deh, lumayan memotivasi dan membangkitkan semangat :D

Nah sumber aslinya di sini :D
Bagi pengguna twitter bisa follow bapak Andie Wongso , atau follow saya juga boleh :D
link sumber nongkrong di ads dua kali ya hehe biar tetep semangat posting
sekian semoga mengispirasi anda

Jumat, 21 Desember 2012

Mengubah Environment Variables untuk pengaturan applikasi Java (versi jdk1.7.0_10)

oke selamat malam para pembaca hehe, saya bilang malam karena saya nulis posting kali ini pada malam hari :D
posting kali ini akan membahas Environment Variables yang berhubungan dengan pemrogaman java, terutama yang minat dengan core java. Sebenarnya sih saya mau belajar OOP namun karena ingin mendalami java juga ketemu deh dengan Environment Variables ini

Nah dalam mengubah Environment Variables saya menemui kesulitan hingga "guling-guling" dahulu hingga ketemu pembahasan lengkap disini

dan ini sekedar back-up dari link diatas

nah yang sudah membaca dan mengalami kesulitan silahkan komentar di bawah!
jika saya lihat pasti saya balas :D

Dan jika memang peminat posting saya kali ini memang banyak maka how to diatas akan coba saya terjemahkan ke bahasa Indonesia, haha sekian dulu mau maen dotA dulu mumpung lagi liburan kuliah :p


Selasa, 04 Desember 2012

phreaking t-sel

trick tested 3 des (salatiga)
klik ini aja

Senin, 22 Agustus 2011

OPM mod

original posted by :ghagus

Edit Operamini
Sebelum Anda mengedit
sebuah applikasi misalnya
operamini, beberapa aplikasi
pengedit yang dibutuhkan
untuk mengedit operamini
bagi pengguna hp yang
berbasis/flatform java adalah
sebagai berikut : 1. Mini
Commander.jar 2. Mar Hex
Editor.jar 3. PowerGrasp.jar
4. MobiExplorer.jar dan bagi
pengguna hp yang berbasis/
flatform Symbian s60v2/3
aplikasi yang digunakan
adalah sebagai berikut: 1.
Xplore_v3.51.sis 2.
HandyZip.sis 3.
MobyExplorer.jar. Jika ingin
mengedit opera mini, maka
file yang harus diedit sebagai
berikut: 1. Manifest/inf
( untuk mengganti nama
aplikasi vendor dll.) 2. a.class
( untuk mengganti server ) 3.
f.class ( untuk mengganti
versi misal: 4.2.13337) 4. v
(untuk mengganti bahasa,
dan Anda pun dapat
menampilkan halaman
utama wapsite Anda sewaktu
operamini pertama kali di
install oleh pengguna. untuk
mengedit file yang
berextention class misal:
f.class dan v.class gunakan
aplikasi Mar Hex Editor.jar
Sedangkan untuk mengedit
manifest/inf cukup gunakan
mini commander.jar yang
tentunya file operamini
diextrack terlebih dahulu
menggunakan
PowerGrasp.jar Untuk meng
PACK aplikasi menggunakan
MiniCommander.
Berikut adalah tutorial edit
aplikasi. Tools/aplikasi yg
digunakan adalah
HexWorkshop. 1. Lihatlah
properties pada file v.
Lihatlah ukuran file nya (File
Size pada gbr) dan catat lah.
Misalnya: 14253. 2. Sekarang
silahkan ubah tulisan-tulisan
pada file tersebut dengan
tetap mengingat peraturan
ubahnya ( jika ubah jumlah
karakter,maka harus diubah
juga Counter nya ). Setelah
selesai, save lah file nya. 3.
Lihat lagi ukuran file v yang
telah Anda edit tadi,
misalnya menjadi : 14283.
Maka kita kurangi nilai ini
dengan point no 1.
(14283-14253=30). Maka kita
telah menambahkan 30
karakter pada file tersebut.
4. Sekarang Perhatikan
gambar pada bagian yg
hitam (Header Field). masing-
masing nilai ini harus kita
tambahkan dengan nilai dari
hasil pengurangan tadi (30),
kecuali yang nilainya 0000.
Maka kita pilih bagian awal
nya yaitu yang 0F84 dan
tekan tanda + ( lihat
gambar ) dan ubahlah kolom
Treat Data As menjadi 16 Bit
Signet Short, Byte Ordering
menjadi Big Endian dan pada
value kita masukan 30. lalu
tekan OK. Ulangi terus
langkah nomor 4 ini, hingga
semua Nilai pada header
terubah. 5. Save, Repack
pada Opmin

Rabu, 27 Juli 2011

surfing

OPM edit HP
http://my.opera.com/ghagus/blog/edit-operamini-sebelum-anda-mengedit-sebuah
http://my.opera.com/ashock-bj/blog/mengedit-splash-opera-mini-4-2labs-menggunakan-ponsel-bagian-2
http://bunces.mywapblog.com/edit-opera-mini.xhtml
http://mersi-ku.blogspot.com/p/internet-gratis.html
http://my.opera.com/id/blog/opera-mini-di-pc-komputer-full-guide


http://onexrays.multiply.com/journal/item/144
https://furkanny.wordpress.com/tugas/pendidikan-kewarganegaraan/konflik-agama/
http://akbarhimura.blogspot.com/2011/04/berbagai-fenomena-kerusuhan-di-negriku.html#more
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9110099

kerusuhan
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9110099
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7984242
korupsi
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5717237
http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Persepsi_Korupsi
http://www.icgg.org/corruption.index.html

pendidikan
http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Pendidikan
http://hdrstats.undp.org/en/indicators/93.html

Kekayaan alam Indonesia

original posted by Unik Apik

Sebagai warga negara Indonesia kita harus bangga karena Indonesia memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan negara lain. Berikut ini 10 daftar rekor yang dimiliki oleh negara ini.

1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau, termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni.
Indonesia

Indonesia

2. Indonesia memiliki 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu Pulau Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Pulau Sumatera (473.606 km2) dan Pulau Papua (421.981 km2)
Pulan Kecil

Pulan Kecil

3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
Laut

Laut

4. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. Menggunakan 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa tersebut
Suku Suku Indonesia

Suku Suku Indonesia

5. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
LNG

LNG

6. Indonesia memiliki Terumbu Karang (Coral Reef) terkaya di dunia (18% dari total dunia) dan memiliki species ikan hiu terbanyak di dunia (150 species).
Terumbu Karang

Terumbu Karang

7. Indonesia menempati peringkat pertama dalam produk pertanian, yaitu cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta peringkat kedua dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
cengkeh

cengkeh

8. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.
Kayu Lapis

Kayu Lapis

9. Indonesia memiliki biodiversity Anggrek terbesar didunia yaitu sekitar 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.
Bunga Anggrek

Bunga Anggrek

10. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan oleh air laut atau abrasi pantai
Hutan Bakau

Hutan Bakau

Rekor di atas sebenarnya hanya sedikit dari sekian banyak rekor-rekor berkaitan dengan kekayaan alam yang dimiliki oleh bangsa ini. Termasuk posting saya sebelumnya yaitu Burung Cendrawasih yang terkenal dengan bird of paradise dan hanya ada di Papua.

Manusia jenius Indonesia yang sukses Di luar negeri

original poasted by O-oNews

1. Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano

Berita dari Medan itu membuat Nelson Tansu lemas. Di Universitas Lehigh, Pennsylvania, Amerika Serikat, tempatnya bekerja sehari-hari, Agustus 2 tahun lalu ia meradang. Kabar itu demikian membuatnya shocked: mama tercintanya, Auw Lie Min, dan papa tersayangnya, Iskandar Tansu, direktur percetakan PT Mutiara Inti Sari, tewas. Mereka dibunuh oleh perampok di area perkebunan karet PTPN II Tanjung Morawa.

Peristiwa itu sempat membuatnya "tak percaya" terhadap Indonesia. Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano.

Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.

Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.

Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. "Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?" "Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia," katanya kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.

Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita. Ia tumbuh cemerlang tanpa perhatian negara sama sekali. Bila Koran Tempo kali ini menurunkan liputan khusus mengenai orang-orang seperti Nelson, itu karena koran ini melihat sesungguhnya kita cukup memiliki ilmuwan dan pekerja profesional yang berprestasi di luar negeri. Diaspora kita bukan hanya tenaga kerja Indonesia. Kita memiliki sejumlah Nelson lain—di Amerika, Eropa, dan Jepang. Orang orang yang sebetulnya, bila diperhatikan pemerintah, akan bisa memberikan sumbangan berarti bagi kemajuan Indonesia.

2. MUHAMMAD ARIEF BUDIMAN: MERAH-PUTIH DI SAINT LOUIS

Matahari setengah rebah di Medari, Sleman, Yogyakarta. Asar sudah datang. Zakaria bergegas mencari anaknya, Muhammad Arief Budiman. Dia bisa berada di mana saja: di sawah, di kebun salak pondoh, atau—jika sedang beruntung—ia akan ditemukan di sekitar rumah. Zakaria harus menemukannya sebelum matahari terlalu rebah, agar anaknya tak melewatkan salat asar dan mengaji di musala.

Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat. Tiga puluh tahun kemudian....

Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah "dagadu"—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap terlihat sedang salat. Dialah anak Zakaria itu. Pada mulanya bercita-cita menjadi pilot, lalu ingin jadi dokter karena harus berkacamata sewaktu SMP, anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.

Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutu*an pangan dunia.

Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga moncer di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for Cancer Research.

Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa "membeli" kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dan kontribusi orang itu di bidang kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, "Meskipun latar belakang saya adalah peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker manusia," ujarnya.

Kita pun seperti melihat sepenggal kecil sejarah Indonesia yang sedang diputar ulang. Pada akhir 1955, ahli genetika (dulu pemuliaan) tanaman kelahiran Jawa yang malang-melintang di Eropa dan Amerika, Joe Hin Tjio, dicatat dengan tinta emas dalam sejarah genetika karena temuannya tentang genetika manusia. Ia menemukan bahwa kromosom manusia berjumlah 46 buah—bukan 48 seperti keyakinan ahli genetika manusia di masa itu ("The Chromosome Number of Man. Jurnal Hereditas vol. 42: halaman 1-6, 1956). Tjio—lahir pada 1916, wafat pada 2001—bisa menghitung kromosom itu dengan tepat setelah ia menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr T.C. Hsu di Texas University, Amerika Serikat.

3. Prof Dr. KHOIRUL ANWAR: TERINSPIRASI KISAH
FIRAUN

Bangkai burung, balsam gosok, dan kisah mumi Firaun. Siapa mengira tiga benda sepele itu ada gunanya. Tapi itulah trio yang “menghidupkan” pria kampung seperti Khoirul Anwar. Dia kini menjadi ilmuwan top di Jepang. Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya. Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.

Graduated from Electrical Engineering Department, Institut Teknologi Bandung (with cum laude honor) in 2000. Master and Doctoral degree is from Nara Institute of Science and Technology (NAIST) in 2005 and 2008, respectively. Dr. Anwar is a recipient of IEEE Best Student Paper award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, California, USA.
.

Prof Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.

Dia mengurangi daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing. Hasilnya, kecepatan data yang dikirim bukan menurun seperti lazimnya, melainkan malah meningkat. “Kami mampu menurunkan power sampai 5dB=100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya,” kata dia. Dunia memujinya. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.

Istilah ilmiahnya, terjadi interferensi yang luar biasa. Namun, dengan algoritma yang dikembangkan di laboratorium, Khoirul mampu menghilangkan interferensi tersebut dan mencapai performa (unjuk kerja) yang sama. “Bahkan lebih baik daripada sistem biasa dengan GI,” kata pria 31 tahun ini.

Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu.

Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.” Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul. Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang. Dia mengajar mata kuliah dasar engineering, melakukan penelitian, dan membimbing mahasiswa. Saat ini Khoirul sedang menekuni dua topik penelitian yang dilakukan sendiri dan enam topik penelitian yang digarap bersama enam mahasiswanya.'

4. Profesor Dr. Ken Kawan Soetanto - Peraih Empat Gelar Doktor dan Juga Peraih 31 Paten di Jepang

Prestasi membanggakan ditorehkan Profesor Dr. Ken Kawan Soetanto. Pria kelahiran Surabaya ini berhasil menggondol gelar profesor dan empat doktor dari sejumlah universitas di Jepang. Lebih hebatnya, puncak penghargaan akademis itu dicapainya pada usia 37 tahun.
Sepintas, penampilan fisiknya nyaris tak berbeda jika dibandingkan dengan kebanyakan orang Jepang. Kulitnya kuning. Rambut lurusnya, disisir rapi. Kemejanya yang diseterika licin dipadu jas menunjukkan dia menyukai formalitas. Tapi, begitu berbicara, akan terkesan bahwa Prof Soetanto -demikian dia dipanggil- bukan orang Jepang. Bicaranya ceplas-ceplos dengan logat suroboyoan-nya yang khas.Penemu konsep pendidikan tinggi "Soetanto Effect" di Negeri Sakura itu beberapa hari ini berkunjung ke Indonesia. Soetanto mendampingi sejumlah koleganya, Dr Kotaro Hirasawa (dekan Graduate School Information Production & System Waseda University) dan Yukio Kato (general manager of Waseda University), menandatangani memorandum of understanding (MoU) antara Waseda University dan President University, Jababeka Education Park, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu lalu.

Waseda University adalah perguruan tinggi swasta terbesar di Jepang. Reputasinya setara dengan universitas negeri semisal Tokyo University, Kyoto University, atau Nagoya University. Mahasiswa yang berguru di Waseda University 51.499 orang. Di anatar jumlah itu, 1.234 orang berasal dari luar Jepang.

Waseda University telah menganugerahkan 81 gelar kehormatan bagi pemimpin negara, mulai mantan PM India Jawaharlal Nehru (1957) hingga mantan PM Singapura Lee Kuan Yew (2003). Dari Indonesia, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita juga pernah belajar di sini.

President University adalah institusi perguruan tinggi berbasis kurikulum bertaraf internasional yang berlokasi di tengah-tengah sekitar 1.040 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Selain putra berbaik dari Indonesia, para mahasiswa President University berasal dari China dan Vietnam.

Kehadiran Soetanto tak begitu menyita perhatian publik. Maklum, wakil dekan Waseda University tersebut hanya "sebentar" memberikan ceramah populernya di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas academica President University. Dia tak sempat berbagi keilmuan dengan sesama akademisi seperti UI, UGM, ITB, dan Unair. Sebuah kesempatan yang agak disesalkan bagi orang dengan kemampuan akademik sekaliber Soetanto.

Prestasi akademik Soetanto bisa dibilang di atas rata-rata. Misalnya, pada 1988-1993, dia tercatat sebagai direktur Clinical Education and Science Research Institute (CERSI) merangkap associate professor di Drexel University dan School Medicine at Thomas Jefferson University, Philadelphia, AS.

Dia juga pernah tercatat sebagai profesor di Biomedical Engineering, Program University of Yokohama (TUY). Selain itu, pria kelahiran 1951 tersebut saat ini masih terdaftar sebagai prosefor di almameternya, School of International Liberal Studies (SILS) Waseda University, serta profesor tamu di Venice International University, Italia.

Otak arek Suroboyo itu memang brilian. Dia berhasil menggabungkan empat disiplin ilmu berbeda. Hal tersebut terungkap dari empat gelar doktor yang diperolehnya. Yakni, bidang applied electronic engineering di Tokyo Institute of Technology, medical science dari Tohoku University, dan pharmacy science di Science University of Tokyo. Yang terakhir adalah doktor bidang ilmu pendidikan di almamater sekaligus tempatnya mengajar, Waseda University.

"Saya sungguh menikmati pekerjaan sebagai akademisi," kata Soetanto di sela kesibukannya menyaksikan MoU Waseda University dan President University.

Di luar status kehormatan akademik tersebut, dia masuk birokrasi di Negeri Sakura. Pria yang pernah berkawan dengan mantan Presiden RI B.J. Habibie itu tercatat sebagai komite pengawas (supervisor committee) di METI (Ministry of Economy, Trade, and Industry atau semacam Menko Perekonomian di RI).

Selain itu, dia ikut membidani konsep masa depan Jepang dengan terlibat di Japanese Government 21st Century Vision. "Pada jabatan tersebut, saya berpartisipasi langsung menyusun GBHN (kebijakan makro)-nya Jepang," ungkap Soetanto yang masih fasih berbahasa Indonesia dan Jawa itu. Buah pemikiran Soetanto terkenal lewat konsep pendidikan "Soetanto Effect" dan 31 paten internasional yang tercatat resmi di pemerintah Jepang.

Inovasi yang dipatenkan itu mayoritas berlatar bidang keilmuannya, mulai elektronika engineering, teknologi informasi, penemuan pengobatan kanker, dan teknik imaging serta bidang farmasi.

Mau tahu berapa dana yang diraih Soetanto untuk membiayai riset-risetnya? Jumlahnya sangat mencengangkan untuk ukuran akademikus bergelar profesor atau mereka yang pernah menduduki jabatan tertinggi di perguruan tinggi (rektor). Kementerian Pendidikan Jepang mendanai Soetanto sampai USD 15 juta per tahun.

Di antara segudang prestasi itu, bisa jadi yang paling membanggakan, khususnya bagi warga Surabaya, adalah latar belakang sekolah dasar dan menengahnya yang ternyata dihabiskan di kota buaya. Soetanto muda mengenyam pendidikan SD swasta di Kapasari, SMP Baliwerti, dan SMA Budiluhur yang dulu menjadi jujugan sekolah warga keturunan Tionghoa.

Toh, Soetanto mengaku belum puas. Obsesi terpendamnya adalah bagaimana karya akademisnya bisa dinikmati orang lain. "Saya berbahagia bila bisa menyenangkan orang lain," katanya mengungkap visi hidupnya.

Soetanto sempat memberikan buah pemikirannya di hadapan ratusan mahasiswa President University. Isi ceramah akademisnya menarik perhatian mahasiswa. Bahkan, beberapa jajaran direksi PT Jababeka, termasuk Dirut PT Jababeka Setyono Djuandi Darmono. Maklum, Soetanto membeberkan pengalamannya bisa ’menaklukkan’ dunia perguruan tinggi Jepang kendati hingga sekarang masih berkewarganegaraan Indonesia.

Selebihnya, Soetanto banyak mengkritisi sistem pendidikan di Indonesia yang perlu dirombak lagi agar lulusannya lebih berkualitas. "Sistem pendidikan di sini (Indonesia) sudah tertinggal jauh", jelas Soetanto dengan gaya bicara berapi-api.

Ironisnya, penghargaan terhadap staf pengajar atau guru di Indonesia juga sangat kurang. Soetanto lantas mencontohkan kecilnya gaji guru yang memaksa mereka harus bekerja sambilan. "Karena faktor tersebut, jangan heran bila banyak ilmuwan Indonesia mencari penghasilan di luar negeri," pungkas Soetanto

5. Prof Dr. Ing BJ Habibie - Pemegang 46 Paten di bidang Aeronautika

Prof. Dr.-Ing. Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie lahir tanggal 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan Indonesia. Anak ke empat dari delapan bersaudara dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardoyo. Dia hanya satu tahun kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) karena pada tahun 1955 dia dikirim oleh ibunya belajar di Rheinisch Westfalische Technische Honuchscule, Aschen Jerman.

Setelah menyelesaikan kuliahnya dengan tekun selama lima tahun, B.J. Habibie memperoleh gelar Insinyur Diploma dengan predikat Cum Laude di Fakultas Teknik Mekanik Bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Udara. Pemuda Habibie adalah seorang muslim yang sangat alim yang selalu berpuasa Senin dan Kamis. Kejeniusannya membawanya memperoleh Gelar Doktor Insinyiur di Fakultas Teknik Mekanik Bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Udara dengan predikat Cum Laude tahun 1965.

B.J. Habibie memulai kariernya di Jerman sebagai Kepala Riset dan Pembangunan Analisa Struktur Hamburger Flugzeugbau Gmbh, Hamburg Jerman (1965-1969). Kepala Metode dan Teknologi Divisi Pesawat Terbang Komersial dan Militer MBB Gmbh, Hamburg dan Munchen (1969-1973). Wakil Presiden dan Direktur Teknologi MBB Gmbh Hambur dan Munchen (1973-1978), penasehat teknologi senior untuk Direktur MBB bidang luar negeri (1978). Pada tahun 1977 dia menyampaikan orasi jabatan guru besarnya tentang konstruksi pesawat terbang di ITB Bandung.

Tergugah untuk melayani pembangunan bangsa, tahun 1974 B.J. Habibie kembali ke tanah air, ketika Presiden Soeharto memintanya untuk kembali. Dia memulai kariernya di tanah air sebagai Penasehat Pemerintah Indonesia pada bidang teknologi tinggi dan teknologi pesawat terbang yang langsung direspon oleh Presiden Republik Indonesia (1974-1978). Pada tahun 1978 dia diangkat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi merangkap sebagai kepala BPPT. Dia memegang jabatan ini selama lima kali berturut-turut dalam kabinet pembangunan hingga tahun 1998.

Sebelum masyarakat Indonesia menggelar pemilihan umum tahun 1997, Habibie menyampaikan kepada keluarga dan kerabatnya secara terbatas bahwa dia merencanakan berhenti dari jabatan selaku menteri setelah Kabinet Pembangunan Enam berakhir. Namun, manusia merencanakan Tuhan yang menentukan. Tanggal 11 Maret 1998, MPR memilih dan mengangkat B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ketujuh.

Pada saat bersamaan, krisis ekonomi melanda kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan hal itu segera berdampak pada krisis politik dan krisis kepercayaan. Kriris berubah menjadi serius dan masyarakat mulai menuntut perubahan dan akhirnya tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya. Sesuai pasal 8 UUD 1945, pada hari yang sama, sebelum itu, B.J. Habibie diambil sumpah jabatannya sebagai Presiden oleh Ketua Mahkamah Agung RI.

Presiden B.J. Habibie memegang jabatan presiden selama 518 hari dan selama masa itu, dibawah kepemimpinannya Indonesia tidak hanya sukses menyelenggarakan pemilihan umum yang jujur dan adil pertama kali tanggal 7 Juni 1999, tetapi juga sukses membawa perubahan yang signifikan terhadap stabilitas, demokratis dan reformasi.

Prof. B.J. Habibie mempunyai medali dan tanda jasa nasional dan internasional, termasuk ‘Grand Officer De La Legium D’Honour, hadiah tertinggi dari Pemerintah Perancis atas konstribusinya dan pembangunan industri di Indonesia pada tahun 1997; ‘Das Grosskreuz’ medali tertinggi atas konstribusinya dalam hubungan Jerman-Indonesia tahun 1987; ‘Edward Warner Award, pemberian dari Dewan Eksekutif Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada tahun 1994; ‘Star of Honour ‘Lagran Cruz de la Orden del Merito Civil dari Raja Spanyol tahun 1987. Dia juga menerima gelar doktor kehormatan dari sejumlah universitas, seperti Institut Teknologi Cranfield, Inggris; Universitas Chungbuk Korea dan beberapa universitas lainnya.

Selama kariernya, dia memegang 47 posisi penting seperti Direktur Presiden IPTN Bandung, Presiden Direktur PT PAL Surabaya, Presiden Direktur PINDAD, Ketua Otorita Pembangunan Kawasan Industri Batam, Kepala Direktur Industri Strategis (BPIS) dan Ketua ICMI. Sampai sekarang, ia masih menjabat sebagai Presiden Forum Islam Internasional dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan pengembangan SDM sejak tahun 1977, Penyantun dan Ketua Habibie Centre untuk urusan luar negeri sejak tahun 1999.

Dia juga anggota beberapa institusi non pemerintah internasional seperti Dewan Gerakan Internasional sejak tahun 2002, sebuah LSM yang beranggotakan kurang lebih 40 orang mantan presiden dan Perdana Menteri dari beberapa negara. Dia juga anggota pendiri Perkumpulan Islam Internasional Rabithah ‘Alam Islam sejak tahun 2001 yang bermarkas besar di Mekkah, Saudi Arabia. Dari semua organisasi yang disebutkan sebagian besar telah meminta Habbie menjadi salah satu pendiri Asosiasi Etika Internasional, Politik dan Ilmu Pengetahuan yang telah berdiri pada tanggal 6 Oktober tahun 2003 di Bled Slovenia yang anggotanya terdiri dari negarawan dan ilmuwan dari sejumlah negara.

Aktivitas sebelumnya terlibat dalam proyek perancangan dan desain pesawat terbang seperti Fokker 28, Kendaraan Militer Transall C-130, CN-235, N-250 dan N-2130. Dia juga termasuk perancang dan desainer yang jlimet Helikopter BO-105, Pesawat Tempur, beberapa missil dan proyek satelit. Prof B.J Habibie
mempublikasika

6. JOHNY SETIAWAN, Ph.D - Penemu Planet Pertama dan Bintang Muda

Johny Setiawan membuat mata dunia tercengang dengan penemuan planet pertama yang mengelilingi bintang baru TW Hydrae.

PENEMUAN itu sangat spektakuler karena dari 270 planet di luar tata surya yang telah ditemukan astronom dalam 12 tahun terakhir, tak satu pun planet yang muncul dari bintang muda.

Johny yang memimpin tim peneliti di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), Heidelberg, Jerman itu menemukan planet pertama yang disebut TW Hydrae b dan bintang baru TW Hydrae dengan menggunakan teleskop spektrograf F EROS sepanjang 2,2 meter di La Silla Observatory, Chile.

”Ketika kami mengamati kecepatan lingkaran gas TW Hydrae, kami mendeteksi sebuah variasi periodik yang tidak berasal dari aktivitas TW Hydrae. Kami mengamati kehadiran sebuah planet baru (TW Hydrae b),” ungkap Johny kepada SINDO tadi malam. Planet baru yang ditemukan itu memiliki bobot sekitar sepuluh kali berat Planet Yupiter, planet terbesar dalam Sistem Tata Surya.

Planet baru itu mengorbiti TW Hydrae dalam waktu 3,56 hari dengan jarak sekitar 6 juta kilometer. Ini dapat disamakan dengan 4% jarak antara Matahari dan Bumi. Dengan penemuan tim yang dipimpin Johny tersebut, peneliti dapat membuat kesimpulan penting tentang waktu pembentukan planet.Sejumlah pertanyaan pelik yang selama ini dihadapi peneliti, seperti bagaimana dan di mana sistem planet terbentuk?

Bagaimana arsitektur planet? Seberapa lama proses pembentukannya? Bagaimana posisi planet-planet seperti bumi di Galaksi Bima Sakti? Akan segera terjawab. Johny menyadari pentingnya penemuannya tersebut. Dia menjelaskan, bagaimana planet yang baru berumur 8–10 juta tahun (sekitar 1/500 tahun umur Matahari) itu sebagai sebuah kejutan di Tahun Baru ini.

Peneliti lain dalam tim Johny menjelaskan bahwa pihaknya tidak salah menyimpulkan bahwa planet baru itu memang muncul. ”Untuk menghindari salah tafsir atas data, kami telah menginvestigasi seluruh aktivitas yang mengindikasikan TW Hydrae b. Tapi karakteristik planet baru ini sangat berbeda dari perputaran gas di lingkaran utama bintang baru itu. Mereka lebih stabil dan memiliki periode yang pendek,” papar Ralf Launhardt, koordinator program penelitian planet luar tata surya di sekeliling bintang-bintang muda.

Planet terbentuk dari gas dan debu dalam sebuah cakram yang berputar pendek setelah kelahiran sebuah bintang. Tidak keseluruhan proses terbentuknya planet baru ini dipahami pakar. Meski demikian, penemuan TW Hydrae b menyediakan teori baru tentang pembentukan planet.

Berdasarkan studi statistik, Johny memperkirakan rata-rata keadaan cakram gas dan debu itu akan membentuk planet dalam waktu maksimal 10–30 juta tahun. Johny menandaskan, penemuan TW Hydrae b merupakan bukti langsung bahwa pembentukan sebuah planet raksasa tidak bisa lebih lama dari usia bintang yang diorbitinya, 8–10 juta tahun.

”Ini merupakan penemuan paling luar biasa dan spektakuler dalam studi planet-planet di luar tata surya. Untuk pertama kali, kita telah menemukan langsung bahwa planet-planet terbentuk dalam lingkaran cakram. Penemuan TW Hydrae b membuka jalan untuk mengaitkan evaluasi lingkaran cakram dengan proses pembentukan dan migrasi planet,” papar Thomas Henning, direktur Planet and Star Formation Department di MPIA.

Johny memaparkan, peneliti di MPIA kini sedang mengembangkan peralatan generasi baru untuk mendeteksi planet-planet dengan teknik berbeda. Misalnya dengan instrumen baru astrometri untuk mengamati gerakan sebuah bintang saat melintasi planet di antariksa, serta transit fotometri untuk mengamati planet saat bergerak di depan bintang.

”Kita akan lebih memahami formasi planet saat kita mengetahui keanekaragaman sistem planet. Kita akan mampu menempatkan Sistem Tata Surya kita dalam sebuah konteks universal. Akhirnya, tentu di masa depan kita dapat menjawab pertanyaan: ’apakah kita sendirian di Semesta?” ungkap Johny yang baru tiba di Heidelberg setelah pekan lalu berlibur di Jakarta.

Johny merupakan warga Indonesia yang tinggal di Kota Heidelberg, Jerman. Sebagai seorang astronom yang sedang melakukan riset post doctoral, pria kelahiran 16 Agustus 1974 di Jakarta itu mengaku telah memiliki ketertarikan tentang perbintangan sejak kecil. Alumnus SD St.Fransiskus I dan SMP Immaculata, Marsudirini, itu kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Fons Vitae I, Marsudirini, Jakarta.

Setamat SMA, pada 1992–1993,Johny mengenyam pendidikan pra-universitas di Studienkolleg Heidelberg,Jerman. Johny kemudian mempelajari Fisika di Albert-Ludwigs-Universitat, Freiburg, Jerman, dan mengambil Master di Kiepenheuer-Institute for Solar Physics, Freiburg. Disertasinya di Kiepenheuer-Institute for Solar Physics, Freiburg, berjudul Radial velocity variation of G and K Giants.

Sejak Juni 2003, Johny bekerja sebagai peneliti post-doctoral di MPIA, di Department of Planet and Star Formation (Prof. Dr.Thomas Henning). Wilayah risetnya saat ini meliputi planet-planet di luar tata surya di sekitar bintangbintang muda dan bintang-bintang yang sedang terbentuk. Selain itu,Johny yang tinggal di Bintaro Sektor IX ini juga meneliti atmosfer yang berperan sebagai bintang.

”Secara khusus saya bekerja di sejumlah proyek seperti ESPRI (Pencarian Planet dengan PRIMA/ Phase-Referenced Imaging and Micro-arcsecond Astrometry). Di sini saya menyeleksi dan mengamati karakteristik bintangbintang untuk program pencarian planet,”ungkapnya. Sejak 2003, Johny memimpin penelitian di observasi bintang dan planet ESO La Silla. ”Kami telah sukses mendeteksi sejumlah planet yang saling berhubungan,” ungkap Johny yang memiliki kemampuan bahwa Jerman, Inggris, dan Spanyol.

Di tengah kesibukannya meneliti, Johny meluangkan waktu untuk menyalurkan sejumlah hobi yang beragam, mulai memasak, jalan-jalan, olahraga renang dan fitnes, melukis dengan akrilik, serta bermain piano.

Peringkat Pendidikan Indonesia Turun

Kamis, 3 Maret 2011 | 04:46 WIB

original posted by KOMPAS
Jakarta, Kompas - Indeks pembangunan pendidikan untuk semua atau education for all di Indonesia menurun. Jika tahun lalu Indonesia berada di peringkat ke-65, tahun ini merosot di peringkat ke-69.

Berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: Di Balik Krisis: Konflik Militer dan Pendidikan yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York, Amerika Serikat, Senin (1/3) waktu setempat, indeks pembangunan pendidikan (education development index/EDI) menurut data tahun 2008 adalah 0,934. Nilai ini menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia.

EDI dikatakan tinggi jika mencapai 0,95-1. Kategori medium di atas 0,80, sedangkan kategori rendah di bawah 0,80.

Global Monitoring Report dikeluarkan setiap tahun yang berisi hasil pemantauan pendidikan dunia. Indeks pendidikan tersebut dibuat dengan mengacu pada enam tujuan pendidikan EFA yang disusun dalam pertemuan pendidikan global di Dakar, Senegal, tahun 2000.

Indonesia masih tertinggal dari Brunei yang berada di peringkat ke-34 yang masuk kelompok pencapaian tinggi bersama Jepang yang mencapai posisi nomor satu di dunia. Sementara Malaysia berada di peringkat ke-65. Posisi Indonesia jauh lebih baik dari Filipina (85), Kamboja (102), India (107), dan Laos (109).

Total nilai EDI diperoleh dari rangkuman perolehan empat kategori penilaian, yaitu angka partisipasi pendidikan dasar, angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas, angka partisipasi menurut kesetaraan jender, dan angka bertahan siswa hingga kelas V sekolah dasar.

Penurunan EDI Indonesia yang cukup tinggi tahun ini terjadi terutama pada kategori penilaian angka bertahan siswa hingga kelas V SD. Kategori ini untuk menunjukkan kualitas pendidikan di jenjang pendidikan dasar yang siklusnya dipatok sedikitnya lima tahun.

Arief Rachman, Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, di Jakarta, Rabu (2/3), mengatakan, penurunan peringkat Indonesia ini memang bisa diperdebatkan, misalnya dari masalah data yang digunakan. Selain itu, dalam membandingkan pencapaian dengan negara-negara lain, masalah seperti demografi Indonesia yang tersebar di 17.000 pulau, misalnya, tidak diperhitungkan.

”Terlepas dari pemeringkatan ini bisa diperdebatkan atau tidak, penurunan satu poin sudah memprihatinkan. Kita harus bekerja keras untuk meningkatkan. Indonesia harus berani ambisius bisa mencapai target EFA pada tahun 2015,” kata Arief. (ELN)

Mutu pendidikan indonesia menurun

original posted on February 5th, 2010 by dzulkifly

PANGKAL PINANG, KOMPAS – Ketiadaan konsep masa depan yang jelas menjadikan mutu pendidikan Indonesia terus mengalami penurunan dalam 60 tahun terakhir. Pergantian kurikulum yang tidak saling berkaitan, termasuk dari kurikulum berbasis kompetensi menjadi kurikulum satuan tingka pendidikan, menunjukkan tidak adanya kesinambungan usaha dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

”Tidak ada benang merah kebijakan sejak menteri pendidikan Ki Hajar Dewantara sampai Malik Fadjar. Pola pendidikan tidak disusun oleh kaum profesional melainkan oleh politisi. Hal itu yang membuat visi pendidikan menjadi tidak jelas dan tidak ada kontinuitas sistem guna mewujudkannya,” kata pakar pendidikan dan guru besar di IKIP PGRI Semarang, Winarno Surakhmad, pada peringatan Hari Guru, Rabu (15/11), di Pangkal Pinang.

Winarno adalah tokoh senior Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang membacakan puisi di depan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai karut-marutnya dunia pendidikan sehingga sekolah menjadi seperti kandang ayam, saat ulang tahun PGRI beberapa bulan silam.

Perubahan kurikulum, kata Winarno, terbukti tidak dapat mendongkrak kualitas pendidikan di Indonesia karena justru mematikan daya kritis dan kreativitas siswa. Akibatnya, pendidikan justru kehilangan esensinya karena tidak dapat memberi makna bagi kehidupan siswa.

Menurut Ketua PGRI Pangkal Pinang, Yulizarman, perubahan kurikulum secara terus menerus juga berdampak negatif bagi para guru. Kuriklum yang terus berganti membuat para guru sering kebingungan dalam mengaplikasikannya.

Kebingungan terjadi karena dari setiap sekolah hanya ada dua guru yang ditatar mengenai kurikulum itu. Akibatnya, tidak semua guru mudah memahami kurikulum yang baru. Ketika mereka mulai memahami kurikulum itu seiring berjalannya waktu, kurikulum yang baru segera diluncurkan.

Selain kurikulum yang terus berganti, Winarno juga menyoroti sistem ujian nasional yang hanya berorientasi pada hasil. Kelulusan yang hanya didasarkan pada nilai setelah ujian memicu para guru dan siswa hanya memfokuskan diri pada tiga mata pelajaran demi meraih nilai kelulusan.

Kondisi semacam itu mengabaikan filosofi pendidikan yang pada hakekatnya adalah proses, bukan melulu hasil akhir. Winarno menegaskan, dirinya tidak anti terhadap ujian tetapi tidak setuju jika satu ujian menjadi dasar penentu kelulusan dan alat standarisasi kualitas.

Kualitas pendidikan di setiap daerah tidak dapat disamakan standarnya dengan daerah lain atau dengan Jakarta. Daripada memboroskan anggaran untuk menyamakan standar pendidikan, kata Winarno, lebih baik meningkatkan kapasitas dan kualitas para guru agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi para siswa mereka. (ECA)


Sebagai siswa sikapilah hal ini kawan (saya juga masih siswa)
jangan hanya dengan argumentasi tepapi dengan aksi
aksi yang tegar tuk dievaluasi

Selasa, 10 Mei 2011

Lost spirit

Huft guys i don't know why i feel lonely,and i think write somethink here can make me better...

Its 11.30 pm now on 10th 3mey 2011,i feel very cold,i think that because someone left from my live,

i don't know what must i do to make me feel better,just she that always make me feel better,and now she is gone.

And now 11.37pm i can't sleep because i miss her very much,i don't know who will read this fucking note,and who will belive that i wrote...so what if no one belive this note,i just want cry,sure but i can't,i can't cry i don't know why but every i cry she come to my mind and wiping my tears than she hug me,i know if that is imagination,but sure isn't me that make it,i guest that is something like id,ego,superego ,maybe it's wrong because i'm not a psycholog

but after that imagination (in real) i'm crying,crying because i don't have someone beside me to suport me again.
Limp that i felt after i see she just on my mind

confuse and i don't know what must i do on this condition,that i know just imagine she again,and i will feel better(i know that me who make that imagination).
I know if i imagine she after that i will felt hurt,but i think that's the way,the way to end this day!and tomorow i must go to school!
So this day is over
12.02am

Minggu, 15 Maret 2009

Sebuah talkshow yang sangat menarik, dan dari pengakuan sang pelaku seks bebas, ia meyakini ada satu cara menghentikan kebiasaannya ? apakah itu ? silahkan disimak..



19 Februari 2003 (lima hari sesudah Valentine’s Day)
Acara “Duduk Perkara” TV7, pk. 21.30-22.30 WIB
Tema: Seks Bebas di Kalangan Remaja SMP
Narasumber: dr. Boyke, Tika Bisono (psikolog), ‘Bunga’ (3 SMP)

Pembawa acara (entah siapa namanya) mengutarakan bahwa saat ini seks
bebas telah marak dan menjadi trend di kalangan remaja SMP. Kalo dulu
pelakunya hanya satu dua dari kalangan menengah atas, kini sudah umum
dan bukan hanya dari kalangan itu. Kalo dulu penyebabnya karena
kurangnya kasih sayang, kini penyebabnya karena cari kesenangan
biologis. Begitu katanya. Untuk memperkuat sinyalemen ini, pembawa
acara mengajukan pertanyaan2 (yg sudah disiapkan) kepada Bunga.
Namun, sebagian besar pertanyaan2nya terkesan kurang memenuhi
kualifikasi ilmiah. Contohnya, ditanyakan “Apakah engkau merasa
kotor?” Mudah ditebak, Bunga (yg hingga kini sudah lebih dari dua
tahun menjalani kebiasaan seks bebas) menjawab, “Tidak.” Contoh lain,
ditanyakan bagaimana keadaan perekonomian keluarga, apakah serba
kecukupan ataukah kekurangan. Jawabannya, “Cukup, biasa2 saja.”
Jawaban yg terlalu subyektif ini tidak diselidiki lebih lanjut.
Tampaknya kurang ada upaya untuk obyektif. Atau jangan2 Bunga sengaja
digiring untuk memberi jawaban yg sesuai dengan kehendak pembawa
acara.

“Apakah di sekolahanmu seks bebas ini dilakukan satu dua orang saja?”
“Nggak. Semua teman saya seperti saya.” Lagi2 jawaban subyektif ini
tidak diteliti lebih jauh. Aku khawatir, sebagian pemirsa akan
semakin memiliki alasan pembenar untuk coba2 melakukan seks bebas
dengan dalih, “Toh semua orang melakukannya.” Aku tidak yakin apakah
pemirsa cukup jeli menyimak informasi dari dr. Boyke (di menit lain)
bahwa angkanya kurang dari 5 persen. (Itu pun dari responden yg
diteliti, dan dr. Boyke sendiri tidak menyatakan bahwa angka ini bisa
digeneralisasi untuk remaja SMP pada umumnya.) Dengan kata lain, seks
bebas adalah penyakit sosial dan bukan trend yg marak di kalangan
remaja Indonesia.

“Apakah hubunganmu dengan orangtua harmonis?”
“Ya. Kami baik2 saja. Tidak ada masalah antara kami.” Pembawa acara
tampak puas dengan jawaban ini. Namun, Tika Bisono cukup cerdas. Ia
mengejarnya dengan pertanyaan, “Apakah kamu sering ngobrol dengan
orangtuamu?” Jawabnya, “Jarang.”
“Apakah kamu kadang-kadang membicarakan masalah cinta, naksir, …
yach, masalah remaja lah dengan orangtuamu?”
“Tidak pernah.”
“Sewaktu ngobrol, apa yg dibicarakan?”
“Paling, ditanyai gimana sekolah saya.”
Dari jawaban2 seperti ini si narasumber menyatakan bahwa hubungan
antara sang orangtua dan si anak kurang sehat. Dengan kata
lain, ‘kenyataan’ yg dikemukakan oleh pembawa acara tidak benar.

Sesudah narasumber memberitahu bahaya seks bebas di luar nikah, Bunga
ditanyai oleh pembawa acara, “Apakah kamu ingin menghentikan
kebiasaan seks bebas ini?” Jawabnya, “Tidak. Ini menyenangkan dan
[sejauh ini] tidak ada masalah.” Tika Bisono tampak tidak kaget. Ia
mengatakan, remaja seumur dia memang cenderung berpikir masa kini
saja. Barulah bila semakin bertambah usia, masa depan semakin
diperhitungkan. Di masa dewasa lah orang biasanya mulai menyesali
perilakunya di kala remaja.

“Apakah ada syarat bagi temanmu untuk dapat berhubungan seks
denganmu?” Jawabannya sungguh di luar dugaan. “Ya. Saya tidak ingin
melakukannya dengan pacar yang mencintai saya,” jawabnya.
“Dengan pacar malah tidak ingin melakukannya?”
“Ya,” tegasnya.
“Sekarang punya pacar?”
“Ya. Banyak. Tapi belum ada yang sungguh-sungguh mencintai saya.”

Akhirnya, pertanyaan terakhir dari pembawa acara merupakan yang
paling bermutu di antara pertanyaan2nya. “Apakah ada sesuatu yang
dapat menghentikan kebiasaan seks bebasmu ini?” Jawabannya cukup
menarik juga walau tidak terlalu mengejutkan aku lagi. “Ya. Bila ada
pacar yang sungguh-sungguh mencintai saya dan meminta saya
menghentikannya.”
“Walaupun seks itu masih kaurasa menyenangkan?” tanya pembawa acara
seakan tak percaya.
“Ya,” tegasnya.

Dengan demikian, secara tersirat Bunga mengakui bahwa cinta lebih
indah dan lebih menyenangkan daripada seks bebas. Tampaknya, penyebab
utama perilaku seks bebasnya bukanlah mencari kesenangan biologis,
melainkan karena kebutuhannya untuk dicintai pada masa remaja ini
belum terpenuhi. Lagi-lagi ‘teori’ si pembawa acara terpatahkan.

Hayoo.. gimana nih anak muda ?

Menanggulangi Masalah HIV/AIDS pada Remaja

Menarik untuk disimak sebuah tulisan yang dimuat oleh salah satu harian terkemuka nasional dalam rangka peringatan Hari AIDS Nasional 1 Desember ini. Tulisan tersebut menyebutkan bahwa kampanye penanggulangan epidemi HIV/AIDS di Indonesia masih belum efektif, oleh karena masih sebatas penyampaian informasi belaka.
Kampanye-kampanye yang dilakukan juga diakui belum mampu mengubah perilaku kelompok-kelompok masyarakat yang berisiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS, antara lain para pengguna narkoba suntik dan penikmat seks bebas.
Hal tersebut terbukti dari laporan dari Departemen Kesehatan RI bahwa sampai dengan tahun 2006 ini, tidak ada satu pun provinsi di Indonesia yang bebas dari HIV/AIDS. DKI Jakarta menempati urutan teratas, diikuti oleh Papua, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah. Laju penyebaran virus HIV/AIDS di Indonesia bahkan disebut-sebut merupakan salah satu yang tercepat di dunia.
Berdasarkan kondisi tersebut, tidak heran jika Dr. Piot, Direktur Eksekutif UNAIDS, mengatakan Indonesia berada “di tepi jurang” epidemi AIDS yang cukup serius. Berdasarkan data yang diperoleh dari UNAIDS: Report on The Global AIDS Epidemic, 2006, jumlah pengidap HIV/AIDS usia 15-49 tahun di Indonesia diperkirakan 170.000 orang, dengan perkiraan jumlah pengidap yang meninggal sepanjang tahun 2005 sebanyak 5.500 orang. Data tersebut menunjukkan suatu kenyataan pahit, bahwa salah satu korban dari epidemi HIV/AIDS di Tanah Air tidak lain adalah kaum remaja, harapan masa depan bangsa. Suatu kondisi yang sangat memprihatinkan!
Remaja: Berisiko Tinggi
Remaja masuk dalam kelompok risiko tinggi. Mengapa? Salah satu penyebabnya adalah usia mereka masih berada dalam masa transisi—bukan anak-anak lagi, namun belum dapat disebut orang dewasa—yang ditandai dengan adanya beberapa perubahan dalam diri mereka, antara lain perubahan fisik, emosi, pola pikir, sosial, dan biologis/seksual.
Kondisi demikian membuat kaum remaja belum memiliki kematangan mental oleh karena masih mencari-cari identitas/jati diri-nya, sehingga sangat rentan terhadap berbagai godaan dalam lingkungan pergaulannya. Godaan itu bisa berupa pemakaian narkoba, alkohol, seks bebas, dan sebagainya.
Pemerintah bukannya tidak menyadari akan potensi berkembangnya penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja. Berbagai usaha telah dilakukan, mulai dari pendidikan seks di sekolah-sekolah sampai kepada kampanye-kampanye pencegahan HIV/AIDS.
Namun hal itu dirasa belum efektif. Perubahan perilaku masih minim terjadi. Data dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2004, menunjukkan bahwa remaja yang beberapa generasi lalu masih malu-malu, kini sudah melakukan hubungan seks pada usia 13-15 tahun! Selain itu terungkap pula bahwa 21-30 persen remaja Indonesia di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta telah pernah berhubungan seks bebas.

Pembentukan Karakter
Para ahli menyebutkan ada beberapa hal yang membuat kaum remaja mudah jatuh ke dalam perilaku seks bebas, antara lain pengaruh lingkungan pergaulan, pornografi, sulit membedakan antara cinta dan nafsu, naif karena berpikir berhubungan seks satu kali tidak apa-apa, dan lain sebagainya. Terhadap kondisi-kondisi demikian, sulit untuk menemukan suatu cara yang ampuh untuk mengatasinya selain adanya usaha-usaha pembentukan karakter dalam diri remaja.
Pendidikan seks yang berdasarkan pembentukan karakter bukanlah mengajarkan bagaimana melakukan seks yang aman, termasuk penggunaan alat-alat kontrasepsi seperti kondom, melainkan suatu program yang mendidik bagaimana seorang remaja memiliki karakter yang kuat seperti sikap bertanggung jawab, berani mempertahankan prinsip, rasa hormat terhadap diri orang lain, dan kemampuan pengendalian diri untuk tidak berperilaku negatif, dan sebagainya. Karakter-karakter yang demikian membuat seorang remaja mampu untuk mempertahankan prinsip “tidak melakukan hubungan seks bebas” (abstinence).
Menghadapi perkembangan yang mengkhawatirkan ini, dunia pendidikan, pemerintah, dan organisasi kesehatan sibuk menebarkan pesan “pengurangan risiko,” terutama tertuju pada kaum remaja.
Penanggulangan difokuskan pada upaya mengurangi kemungkinan terjadinya kehamilan atau tertular penyakit menular seksual, lazimnya dengan menyebarluaskan penggunaan alat kontrasepsi atau metode/sarana pencegah penyakit, terutama kondom. Ironisnya, masalah perilaku seks bebas itu sendiri kurang mendapat perhatian serius.
“Say No to Free Sex” adalah keputusan terbaik dan paling sehat untuk para remaja. Kenyataannya, pesan serupa secara universal diajarkan dalam menanggulangi perilaku beresiko tinggi lainnya, termasuk merokok, mabuk-mabukan, narkoba dan kekerasan (Misal: “Say No to Drugs”). Pantang melakukan semua tindakan berisiko tinggi– termasuk aktivitas seksual–menjamin masa depan yang cerah dan memberi kesempatan pada anak muda untuk membina persahabatan, meraih impian dan cita-cita, serta menikmati kesehatan yang optimum.
Beberapa kelompok masyarakat tertentu mengabaikan atau menganggap remeh ide agar seseorang menahan diri dari aktivitas seks di luar nikah. Menurut mereka, hal ini tidaklah realistis. Mereka beranggapan bahwa aktivitas seksual di kalangan remaja mau tak mau pasti terjadi, jadi pendekatan yang paling masuk akal adalah menolong mereka meminimalkan konsekuensi dari tindakannya itu.
Lebih jauh, asumsi “mau tak mau pasti terjadi” tidak pernah menjadi semboyan panutan program-program yang dengan gigih berupaya menanggulangi kecanduan rokok, alkohol, dan narkoba di kalangan kaum muda.
Berdasarkan suatu survei yang pernah dilakukan tentang ketepatan dalam menggunakan kondom, hasilnya menunjukkan tingkatan yang rendah, terutama di kalangan remaja. Rupanya asumsi bahwa remaja lebih sanggup menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks bebas “jauh lebih realistis” dibanding asumsi bahwa remaja akan menggunakan kondom dengan benar setiap kali mereka berhubungan seks.
Lebih dari itu, meski kondom secara konsisten digunakan, khasiatnya kurang terjamin, dan dalam banyak kasus, kondom hanya memberikan perlindungan minimal terhadap penyakit menular seksual yang berbahaya.
Banyak pakar kedokteran yang bahkan meragukan efektivitas kondom dalam mencegah HIV/AIDS. Alasannya, pori-pori lateks yang menjadi bahan pembuatan kondom adalah 0,0003 mm, sedangkan ukuran virus HIV/AIDS jauh lebih kecil, 0,000001 mm.
Jika pesan yang mempromosikan pantang seks bebas (abstinence) diharapkan bisa terlaksana dengan efektif, tidaklah cukup bila kita hanya mengkampanyekan slogan “Say No to Free Sex” atau sesekali menggelar acara penyuluhan dan ceramah kesehatan tentang penyakit menular seksual dan HIV/AIDS.
Pesan tersebut mesti dicanangkan secara komprehensif, multidimensi, dan berulang-ulang, lewat berbagai cara, selama beberapa tahun, baik di sekolah, di rumah, dan lingkungan sekitar.
Hasil yang baik tidak bisa diperoleh secara instan. Kombinasi dari peran pendidik, orangtua, pemerintah, maupun segala lapisan masyarakat diharapkan mampu menciptakan remaja yang berkarakter tangguh. n

Fokus Pada Keluarga adalah sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang psikologi keluarga.

SEX ATAS NAMA CINTA (Remaja SMU di Surakarta)

Tema cinta seakan tak pernah habis untuk dibicarakan, tak pernah lekang untuk dikisahkan, tak pernah basi untuk didiskusikan. Setiap orang berbeda-beda dalam memanifestasikan cinta. Bagi orang tua, cinta adalah kebahagiaan manakala si buah hati terlihat lucu dan pintar atau cinta adalah perlindungan dan ungkapan rasa kasih saying ketika buah hatinya terbaring sakit sehingga hilang keceriaannya. Kata orang bijak cinta orang tua kepada anak adalah cinta sejati.

Bila ia seorang erotisme, maka cinta baginya adalah berapa keping vcd porno yang telah ia tonton, berapa wanita yang telah ia kencani dan berapa banyak ia menggodanya dan melecehkannya. Mungkin ia pendukung teori Sigmund freud yang berpendapat bahwa hidup manusia digerakkan oleh id (libido) saja. Cinta tak selamanya mendatangkan kesenangan tapi juga bisa mendatangkan kesedihan, kekecewaan bahkan kebencian . Antara cinta dan kebebasan seksual sungguh berbeda, cinta itu saling menyayangi, saling menjaga, saling melindungi, saling memberi dengan batasan-batasan tegas syar’i.


so da yg bantu gw dunk cra mengatasinya aq tkut jd kya yg diatas


Hasil Penelitian

Tahun 2005, penulis melakukan penelitian mengenai perilaku seksual remaja SMU di Surakarta. Subjek penelitian ini berjumlah 1.250 orang, berasal dari 10 SMU di Surakarta yang terdiri atas 611 subjek laki-laki dan 639 subjek perempuan.

Tabel Kelompok Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin

Kelompok Subjek

Jumlah Responden

%

Laki-laki

611

48,88

Perempuan

639

51,12

Total Jumlah

1.250

100,00

Kebanyakan subjek pernah menggunakan media pornografi, pada subjek laki-laki sebanyak 497 orang (81,34%) dan subjek perempuan 181 orang (28,32%); subjek yang mengaku tidak pernah menggunakan media pornografi pada subjek laki-laki sebanyak 114 orang (18,66%), subjek perempuan 458 orang (71,67%). Sebagian besar subjek mengaku pernah menonton film porno, pada subjek laki-laki sebanyak 403 orang (28,54%) dan subjek perempuan 111 orang (34,91%), sebagian kecil pornografi lewat foto pada subjek laki-laki 135 orang (9,56%) dan subjek perempuan 22 orang (6.92%).

Sebagian subjek laki-laki 212 orang (34,69%)mengaku kadang-kadang melakukan onani, subjek perempuan 27 orang (4,23%), dan 77 orang (12,60%) subjek laki-laki dan 9 orang (1,41%) perempuan mengaku sampai sekarang masih aktif melakukan onani.

Sebagian besar subjek mengaku sudah berpacaran. Usia pertama kali pacaran sebagian besar adalah 15-17 tahun subjek laki-laki sebanyak 246 orang (53,25%) dan subjek perempuan 272 orang (57,99%), usia 20-22 tahun sebanyak 1 orang (0,22%) pada subjek perempuan tidak ditemukan. Sebagian besar subjek mengaku pernah ganti pacar selama 1-2 kali, yaitu pada subjek laki-lakisebanyak 194 orang (41,99%) dan pada subjek perempuan sebanyak 196 orang (41,79%) .Sebagian besar subjek mengaku menjalani aktivitas pacaran 2-6 bulan, yaitu pada subjek laki-laki 171 orang (37,01%) pada subjek perempuan sebanyak 153 orang (32,62%), pada subjek laki-laki yang melakukan aktivitas pacaran kurang dari 1 bulan sebanyak 81 orang (17,53%) pada subjek perempuan sebanyak 67 orang (14,28%). Aktivitas pacaran subjek kebanyakan dilakukan di rumah sendiri yaitu pada subjek laki-laki 164 orang (23,33%), pada subjek perempuan sebanyak 37 orang (5,23%).

Subjek yang melakukan hubungan seksual dari 462 subjek laki-laki yang berpacaran ditemukan 139 orang (30,09%), yang mengaku telah melakukan hubungan seksual dari 469 subjek perempuan yang berpacaran ditemukan 25 orang (5,33%). Alasan mereka melakukan hubungan seksual sebagai bukti rasa cinta pada subjek laki-laki 57 orang (38,51%), sedangkan pada subjek perempuan 6 orang (24%); dengan alasan diperkosa atau dipaksa pada subjek laki-laki 4 orang (2,70%) pada subjek perempuan 2 orang (8%).

Usia subjek pertama kali melakukan hubungan seksual adalah 15-17 tahun yaitu pada laki-laki sebanyak 60 orang (43,16%) pada subjek perempuan 12 orang (48%). Hubungan seksual kebanyakan dilakukan bersama dengan pacarnya, pada subjek laki- laki 105 orang (53,29%) sedangkan pada subjek perempuan 21 orang (84%).

Setelah melakukan hubungan seksual kebanyakan subjek merasa puas atau nikmat, pada subjek laki-laki 61 orang (43,88%), sedangkan pada subjek perempuan 3 orang (12%). Kebanyakan subjek berpendapat melakukan hubungan seksual adalah berdosa: pada subjek laki-laki 329 orang (34,52%), sedangkan pada subjek perempuan 417 orang (42,12%).

Kebanyakan alasan remaja melakukan hubungan seksual adalah karena pengaruh lingkungan, vcd, buku dan film porno yaitu: pada subjek laki-laki sebanyak 389 orang (29,07%), sedangkan pada subjek perempuan 444 orang (31,11%). Alasan karena kemajuan jaman dan biar gaul, subjek laki-laki 113 orang (8,44%), pada subjek perempuan 99 orang (6,94%).

(Penulis: Taufik)

hehe bukan blank_er coz ya ni cm liad punyanya ms taufik

vidio mesum siswa sma beredar

Video mesum yang diperankan sepasang remaja kembali beredar di Brebes, Jawa Tengah, baru-baru ini. Rekaman berdurasi empat menit 16 detik itu menghebohkan warga terutama di kalangan pendidikan. Pasalnya, pemeran wanita dalam video tersebut diduga siswi salah satu sekolah menengah atas di Brebes.

Dalam rekaman itu, sepasang remaja itu tampak masih mengenakan seragam sekolah. Sementara pengambilan gambar diduga dilakukan di sebuah warung internet oleh orang lain. Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMA Negeri 3 Brebes, Endy Eros mengatakan, jika terbukti pemeran wanita video itu adalah anak didiknya maka pihak sekolah tak segan-segan untuk memberikan skorsing.(IKA/Sugihartono dan Dwi Aji Novyanto)

pentingnya pelajaran sex

Pada usia 10 - 14 tahun anak mulai mengalami perubahan fisik dan psikologis karena pubertas. Perlu kita tahu karena perbaikan gizi pada saat ini maka masa pubertas menjadi lebih cepat. Selain anak dan remaja mudah sekali mengakses informasi menyesatkan tentang seks dari bacaan, vcd porno, hand phone, internet.

Pendidikan seks di rumah itu akan membentuk karakter dan membentengi anak itu sendiri. Orang tua adalah pendidik seks yang penting. Pengajaran yang terbaik kepada seorang anak terjadi pada "Saat-saat yang tepat untuk mengajarkannya" ketika diskusi dan petunjuk terjalin secara alamiah dengan peristiwa dan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Pesan-pesan pertama merupakan pesan yang paling kuat. Jauh lebih kuat untuk membentuk pandangan anak tentang seksualitas sejak permulaan daripada mengoreksi penyimpangan-penyimpangan yang mereka ambil di dunia ini. Pesan-pesan yang tepat dan gamblang jauh lebih baik daripada pesan-pesan yang samar-samar dan tidak jelas

Orang tua harus mampu menjelaskan masalah seks sejak anak pra sekolah sesuai dengan tingkat pemahamannya. Saat pra sekolah misalnya anak balita bisa dijelaskan perbedaan laki-laki dan perempuan yang merupakan ciptaan Tuhan yang mulia. Selain juga menyebut organ seks dengan benar dan tak terkesan jorok/kotor. Usia SD orangtua bisa menjelaskan proses pembuahan dan pertumbuhan embrio, masa akil balik yang disertai mimpi basah dan menstruasi.

Saat anak usia remaja orang tuan bisa menjelaskan tujuan Tuhan menciptakan seks, mengarahkan persahabatan yang wajar antar jenis, keterampilan untuk menghindari ke arah percumbuan dan dorongan seksual dan menghindari pergaulan yang buruk (free sex, homo, lesbi).

Anak-anak juga perlu ditunjukkan konsekuensi dari seks bebas yaitu AIDS, kehamilan usia dini, aborsi, penyakit seksual. Cara yang paling tepat melawan pornografi adalah melalui pendidikan seks dalam keluarga dan institusi agama.

Apa yang Harus Kita Lakukan

Akhirnya sebagai orangtua kita harus peka terhadap perubahan perilaku anak, meluangkan waktu cukup untuk anak, selalu membuka diri sehingga anak tak takut bercerita apa yang dirasakannya.

Melalui obrolan sehari-hari kita bisa menggali situasi pengetahuan/pengalaman anak dan mendiskusikan kasus-kasus yang nyata di lingkungan kita yang ada hubungannya dengan kasus KTD (kehamilan tidak diinginkan) misalnya jauhkan dari kesan tabu. Kita seharusnya bisa menjelaskan permasalahan seks dengan sehat dan bermartabat.

Bahkan jika kita mendapati anak-anak mengkonsumsi pornogragi selayaknya kita mendiskusikan dengan bijak tidak langsung memarahinya. :-)
(kaya tmn gue ketauan langsung dimarahin,pi gw g kan ortu gw g tau :-) :-) :-) ya pi sekarang gw dah tau dampak dan jeleknya nonton bokep)

Bahkan bila siap kita bisa mengajak anak usia remaja melihat proses fisiologis (bukan vcd porno) dan menerangkan dengan benar. Karena jika anak-anak mendapatkan hal itu di luar tentu akan berdampak negatif tak ada yang bisa menjelaskan secara benar.

Jadi bukan zamannya lagi menerangkan pada anak balita bahwa adik dibawa oleh burung bangau yang mampir ke rumah saat malam tiba. Siapkah kita? Harus siap dari pada kecolongan ...

blank_er : minta tolong dunk yg tau ngatasinya pkran2 ktor yg kbawa setelah gw pernah nonton tu bokep ya emg stlah gw g nonton seh g begitu sering muncul pkiran2 kya gtu pi klo liad djln da yg pke pkean .... jd suka ...... minta ya komentarnya!!!!!

murid2 sma pda hamil

Memang kejadiannya di Amerika sana. Bukan di negeri ini. Namun, yang perlu mendapat penelaahan adalah, apakah mereka sudah menikah? Kalo sudah menikah sih nggak masalah dong ya. Tapi gimana jadinya kalo mereka belum menikah? Kalo menurut hukum mereka sih bisa jadi biasa-biasa aja. Buktinya banyak yang seneng tuh :-)

Tapi kalo dalam pandangan Islam, kalo belum menikah, berarti hubungan mereka terkategori perzinaan. Haram dilakukan oleh kaum muslimin. Dalam kasus ini ada dua poin yang perlu dikritisi:

  1. Sebenarnya untuk anak usia sekolah tingkat SMA itu sudah baligh. Jadi kalo pun mau diberlakukan pernikahan, nggak masalah. Tentu saja harus dibarengi dengan penjelasan tentang hukum dan konsekuensi “nikah muda”. Jangan sampe semangat jika disuruh nikah muda, tapi malah bingung sendiri karena nggak bisa membina kehidupan rumah tangga. Jadi intinya, jika memang sudah siap menikah di usia muda, dan dibarengi dengan pengetahuan dan sikap mental yang sudah “matang” menikah silakan saja. Tapi, jika tidak, ya jangan dilakukan. Maka, jika pun suatu saat ada lembaga pendidikan yang membolehkan siswa-siswi menikah saat sekolah di SMA (sebagaimana mereka yang kuliah di perguruan tinggi), harus disiapkan pembinaan dan juga kemudahan untuk melakukan hal tersebut. Jika tidak, jangan coba-coba. Ide ini menurut saya perlu dikembangkan, daripada anak-anak dibiarkan melakukan hubungan gelap melalui pacaran bahkan sampai berzina, sementara mereka tak siap jika harus punya anak. Kan, lebih bagus diberikan pemahaman tentang agama dan juga persiapan menikah. Jelas, insya Allah menyelamatkan mereka.
  2. Kasus yang terjadi di Amerika ini adalah satu fakta bahwa kehidupan yang dibangun atas dasar liberalisme dan sekularisme telah membuat kerusakan. Di mana manusia bebas berbuat apa saja tanpa aturan. Ujungnya jelas kerugian bagi manusia itu sendiri. Kalo dalam Islam, anak hasil hubungan tanpa nikah tak akan mendapatkan warisan, juga jika yang lahir adalah anak perempuan, maka “ayahnya” tak boleh menjadi wali saat ia nikah. Kasihan banget kan? Inilah borok-borok produk Kapitalisme-Sekularisme, kian mendekati kehancurannya, dan sedang menyiapkan kuburannya sendiri bagi ideologi rusak ini. Mumpung belum terlambat, mumpung masih diberi waktu untuk hidup, bagi kita semua, segera campakkan ideologi Kapitalisme-Sekularisme dan ikatkan kesetiaan dan kepercayaan kita kepada ideologi Islam. Selamanya...